Meningkatnya Tren Pengguna AS Beralih ke RedNote Setelah TikTok Diblokir, Akankah Aplikasi Ini Mengalami Nasib Sama?

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 Januari 2025 | 08:16 WIB
Ilustrasi aplikasi RedNote dan TikTok yang digandrungi pengguna medsos di Amerika Serikat (AS).  (Instagram.com/@rednote_us - Unsplash.com/@visuals)
Ilustrasi aplikasi RedNote dan TikTok yang digandrungi pengguna medsos di Amerika Serikat (AS). (Instagram.com/@rednote_us - Unsplash.com/@visuals)

Namun, ada kemungkinan bagi RedNote untuk menghindari hal tersebut jika aplikasi ini memisahkan diri dari perusahaan induknya di China.

"Tampaknya aplikasi ini berisiko terkena undang-undang tersebut, dan jika tidak dijual, bisa menghadapi pembatasan yang sama seperti TikTok," jelas pejabat AS yang tidak disebutkan namanya pada Senin, 20 Januari 2025.

Baca Juga: Meta dan TikTok Indonesia Sambut Baik Peraturan Presiden untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas di Indonesia

Pemerintah AS menggunakan dasar hukum yang disebut Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act, yang disahkan oleh Presiden Joe Biden pada April 2024, untuk memblokir TikTok.

Melalui undang-undang tersebut, Kongres AS dapat memaksa platform untuk memisahkan operasinya di AS dari kepemilikan asing atau berisiko diblokir jika dianggap sebagai ancaman.

Fenomena 'Pengungsi TikTok' di China dan Tren Meningkatnya Pengguna RedNote

Dilansir dari CBS 42, kini muncul fenomena 'Pengungsi TikTok' atau TikTok Refugee, di mana banyak pengguna TikTok di AS beralih ke aplikasi RedNote, yang dikenal juga dengan nama Xiaohongshu di luar China.

Baca Juga: Meraup Keuntungan Ratusan Juta Melalui Live Streaming TikTok Shop: Dibandingkan dengan Shopee

Di dalam aplikasi yang menggabungkan fitur Instagram dan Pinterest ini, tagar #TikTokRefugee mulai populer, dengan sebagian besar penggunanya berasal dari AS.

Xiaohongshu, atau yang lebih dikenal sebagai RedNote di luar China, kini menjadi aplikasi dengan unduhan terbanyak di Apple Store AS.

Lonjakan popularitas RedNote ini terjadi setelah pemblokiran TikTok pada 19 Januari 2025.

Pada bulan Desember 2024, Xiaohongshu dilaporkan memiliki sekitar 300 juta pengguna aktif bulanan secara global.

Melalui RedNote, pengguna di China biasanya membagikan kehidupan mereka, mulai dari kuliner hingga penggunaan aplikasi ini sebagai media pembelajaran Bahasa Mandarin.

Sementara itu, pengguna baru dari AS lebih banyak memposting gaya hidup mereka, seperti berbagi foto dan video hewan peliharaan mereka, seperti kucing dan anjing, di RedNote.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X