Di sisi lain, media internasional juga melaporkan bahwa sekitar 20.000 warga Kamboja telah meninggalkan provinsi Preah Vihear, wilayah yang berbatasan langsung dengan Thailand.
Situasi diperparah dengan saling tuding antara kedua negara terkait siapa yang memulai serangan. Hubungan diplomatik pun telah resmi dibekukan, dan Thailand memutuskan untuk menutup seluruh pos perbatasan dengan Kamboja.
Dengan puluhan ribu warga yang kini mengungsi dan pergerakan militer yang semakin terlihat jelas, masyarakat internasional mulai mengkhawatirkan potensi pecahnya konflik berskala lebih luas.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kedua negara terkait video yang beredar.***
Artikel Terkait
Bantah Tuduhan AS-Israel, Presiden Iran Pezeshkian Tegaskan Tak Pernah Ingin Miliki Senjata Nuklir, Cuma untuk Damai!
Zohran Mamdani Ukir Sejarah, Jadi Muslim Pertama Menang Telak di Pilkada Wali Kota New York, Kalahkan Cuomo!
Konflik Thailand-Kamboja Memanas, PM Paetongtarn dan Hun Sen Saling Kunjungi Perbatasan di Tengah Ketegangan
Betrand Peto Ungkap Luka Lama soal Perceraian Ruben dan Sarwendah, Kenapa Harus Aku Lagi?
Donald Trump Meradang! BRICS Kini Diperkuat Indonesia, Balas dengan Ancaman Tarif Impor ke Negara Anggota
Setelah 20 Tahun Koma Akibat Kecelakaan, Pangeran Tidur Al-Waleed Akhirnya Wafat, Dunia Berduka
Filipina Sukses Deal Tarif Impor 19 Persen dengan AS, Trump Klaim Nol Tarif untuk Produk Amerika
Disorot Parlemen Malaysia, Sambutan Meriah Prabowo di Prancis Kontras dengan Kunjungan Sepi Anwar Ibrahim