Ironi Kapal Gamsunoro Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pelaut RI Syok Temukan Seluruh Kru dari India

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 April 2026 | 10:01 WIB
akta baru Kapal Gamsunoro Pertamina terjebak di Selat Hormuz terungkap. Pelaut RI kecewa karena seluruh kru dari India. Simak kronologinya. (Instagram.com/@voxnetizens)
akta baru Kapal Gamsunoro Pertamina terjebak di Selat Hormuz terungkap. Pelaut RI kecewa karena seluruh kru dari India. Simak kronologinya. (Instagram.com/@voxnetizens)

Seolah tidak percaya, Adrian kembali melontarkan pertanyaan untuk memastikan bahwa benar-benar tidak ada WNI yang ikut mengoperasikan tanker yang sedang membawa minyak mentah tersebut.

"Jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?" tanya Adrian lagi.

"Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India," jelas kru kapal Gamsunoro dengan lugas.

Baca Juga: Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Menteri ESDM Siapkan Skenario Impor Minyak dan Jamin Stok BBM Aman

Kekecewaan dan Dugaan Sindiran Kru Asing

Temuan ini meninggalkan luka mendalam bagi Adrian sebagai sesama pelaut profesional asal tanah air. Ia mengaku terpukul karena harapannya untuk saling menguatkan dengan sesama rekan senegara di tengah situasi berbahaya di Selat Hormuz pupus seketika.

Seluruh kru dari India yang mengisi posisi di kapal tersebut menjadi pemandangan yang ironis.

"Itu salah satu percakapan saya dengan kru kapal tanker Gamsunoro," beber Adrian mengomentari videonya yang beredar.

Lebih lanjut, ia merasa ada suasana yang kurang menyenangkan dalam interaksi tersebut. Adrian mengungkapkan ada perasaan terhina saat mendengar nada bicara awak kapal asing tersebut ketika mengetahui bahwa mereka bekerja untuk perusahaan Indonesia namun tidak mempekerjakan orang lokal.

"Syok, berharap itu ada orang Indonesia di sana," imbuhnya dengan nada kecewa.

Baca Juga: Selat Hormuz Terancam Ditutup, Bahlil Siapkan Strategi Darurat Amankan Pasokan Minyak RI Bareng Pertamina

Bahkan, Adrian memilih untuk memutus rekaman video tersebut lebih awal demi menjaga perasaan rekan-rekan pelaut di tanah air. Ia merasakan adanya unsur ejekan dalam komunikasi tersebut.

"Enggak ada saya edit, (videonya) enggak saya lanjutkan karena takutnya kalian sakit hati karena nadanya lumayan mengejek," terang Adrian.

Ia menambahkan bahwa inti dari sindiran tersebut berkaitan dengan ketimpangan antara kepemilikan aset negara dan pemberdayaan sumber daya manusianya.

"(Hal itu) seperti 'kamu perusahaan Indonesia tapi krunya full India' begitu," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X