Ia juga menyoroti kapasitas penyimpanan bahan pangan yang dinilai belum memadai. Menurutnya, tanpa fasilitas pendingin yang layak, mustahil SPPG mampu menjaga kualitas ribuan porsi makanan per hari.
“Barangkali itu akan mengurangi juga, karena kalau 3.000 itu, saya tidak yakin kalau SPPG tidak punya cool storage, penyimpanan dan sebagainya, tiba-tiba dia belanja harian, walah, tidak akan punya kemampuan,” pungkasnya.
Program Prioritas yang Harus Diselamatkan
MBG merupakan janji kampanye Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur, kualitas bahan pangan, hingga distribusi.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Jadi Sorotan, Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN dan Tekankan Tujuan Gizi Anak
Said menilai, program ini tetap penting dilanjutkan tetapi dengan perbaikan serius di lapangan. “Kalau sistem diperbaiki, dapur diperkuat, tenaga ahli dilibatkan, saya yakin MBG bisa berjalan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pemerintah hingga kini masih melakukan evaluasi dan perbaikan pascainsiden keracunan. Usulan menjadikan kantin sekolah sebagai dapur MBG diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar program lebih higienis, efisien, dan memberi manfaat maksimal bagi siswa.***
Artikel Terkait
Menu Ikan Hiu di MBG Picu Keracunan 24 Siswa di Kalbar, BGN Jelaskan Soal Kearifan Lokal dan Dugaan Alergi
Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Desak Hidupkan Kantin Sekolah dan Perketat SOP Makanan
45 Kasus KLB Keracunan MBG di Indonesia, 6.452 Korban Tercatat, Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan Dapur
Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total
Kasus Keracunan MBG Merebak, Kemendagri Tunjuk Pemda, BGN Akui Kelalaian SOP dan Siap Tanggung Biaya Perawatan
Kasus Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban, Prabowo Panggil Kepala BGN dan Ingatkan Jangan Ada Politisasi