Nanang menilai, rendahnya realisasi belanja, khususnya belanja modal dan infrastruktur, berpotensi memengaruhi kualitas layanan publik dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia mengingatkan, belanja pemerintah memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Baca Juga: Kabid Jalan dan Jembatan Mundur, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Pertanyakan Sistem Mutasi Pejabat
"Belanja daerah tidak hanya soal administrasi, tetapi juga berkaitan langsung dengan pembangunan, pelayanan publik, dan perputaran ekonomi masyarakat,” kata Nanang Romli.
Ia berharap, pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program agar APBD benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
"Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar anggaran daerah dapat diaminoalkane secara maksimal dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.***
Artikel Terkait
Tonggak Baru PT Abhyakta Kabupaten Tasikmalaya, Asep Mulyaden Terpilih Jadi Direksi
Perkuat Thoriqoh Mu’tabarah, Pengurus Tiga Tingkatan JATMAN Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dilantik
Dari Zona ke Zona, GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Mantapkan Barisan dan Regenerasi Kader
Berebut Amanah Mulia, Ratusan Peserta Seleksi PPIH di Kabupaten Tasikmalaya Berjuang Lewat Tes CAT
Gedung Megah, Stok Darah Kerontang, Suara Miris dari BDRS RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya
Dari Screening hingga Kacamata Gratis, PKK Jabar Sentuh Kesehatan Mata Pelajar Kabupaten Tasikmalaya