Pemerhati Soroti Tambang Galian C Banyuwangi, Peringatkan Ancaman Kerusakan Lingkungan di Balik Polemik Perizinan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 8 Juli 2026 | 13:11 WIB
Polemik tambang galian C Banyuwangi memunculkan sorotan soal kerusakan lingkungan dan perlunya kebijakan yang berpihak pada rakyat. (Dok. Promedia)
Polemik tambang galian C Banyuwangi memunculkan sorotan soal kerusakan lingkungan dan perlunya kebijakan yang berpihak pada rakyat. (Dok. Promedia)

Dalam pandangannya, persoalan tambang galian C Banyuwangi dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.

Pertama, melimpahnya cadangan material pasir di lahan milik masyarakat mendorong aktivitas penambangan secara masif tanpa pengawasan yang memadai.

Baca Juga: Kapolda Jatim Hadiri Wayang Kulit Ki Bayu Aji di Banyuwangi, Ribuan Penonton Padati Taman Blambangan

Kedua, proses perizinan yang dinilai rumit dan membutuhkan biaya besar disebut berpotensi memicu munculnya aktivitas pertambangan ilegal yang beroperasi tanpa memenuhi ketentuan lingkungan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Ketiga, meningkatnya kebutuhan material untuk pembangunan infrastruktur dan sektor konstruksi turut mendorong eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar.

Menurut Gus Mohammad Ridwan, ketiga faktor tersebut perlu diatasi melalui kebijakan yang menyeluruh agar pengelolaan sumber daya alam dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga: HUT ke 80 Bhayangkara di Banyuwangi Hadirkan Wayang Kulit Semalam Suntuk, Ki Bayu Aji Jadi Dalang Utama

Perlu Keseimbangan Ekonomi dan Kelestarian Alam

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa sektor pertambangan menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat, mulai dari penambang tradisional, sopir angkutan hingga pelaku usaha bahan bangunan.

Karena itu, penyelesaian persoalan tambang galian C Banyuwangi tidak cukup dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum semata, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

"Harapan saya, persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan kebijakan yang komprehensif sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," ujar Gus Ridwan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X