“Hal itu menurut Pak Anthony perlu diselidiki. Ia juga menyinggung komponen bunga pinjaman yang menjadi faktor utama pembengkakan biaya,” ujar Rizal.
Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa biaya tinggi proyek Whoosh bukan hanya disebabkan pembangunan fisik, tetapi juga oleh skema pembiayaan yang tidak efisien.
Seruan Transparansi dan Pemeriksaan Kontraktor
Mahfud MD kemudian menegaskan bahwa KPK harus segera menelusuri dugaan mark up tanpa menunggu aduan publik. Ia juga mempertanyakan apakah DPR RI memiliki akses penuh terhadap dokumen kontrak kerja sama proyek.
“Saya rasa KPK perlu langsung turun tangan, tidak perlu menunggu laporan. Kalaupun perlu informasi, ya tinggal undang orang yang bersangkutan,” tegas Mahfud.
Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai langkah awal yang paling logis adalah memeriksa kontraktor pelaksana proyek.
“Saya melihatnya, karena kontraktor yang mengerjakan, kalau KPK mau memeriksa, ya periksa kontraktornya,” ujar Agus.
“Kontraktornya kan berarti China dan lokal berdasarkan konsorsiumnya,” tambahnya.
Sorotan Publik Terhadap Transparansi
Kasus ini menambah panjang daftar proyek infrastruktur strategis yang dinilai belum sepenuhnya transparan dalam hal pembiayaan. Publik pun menantikan langkah konkret dari KPK untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam proyek bernilai triliunan rupiah tersebut.
Bagi Mahfud MD, isu ini bukan semata soal angka, tetapi soal keadilan dan integritas pengelolaan keuangan negara. Jika terbukti adanya mark up, maka proyek kebanggaan nasional itu justru bisa menjadi cermin kegagalan pengawasan di sektor publik.***
Artikel Terkait
4 Fakta Terbaru Skandal Korupsi Kuota Haji 2024, Modus Oknum Kemenag Peras Khalid Basalamah hingga Rp115 Juta
Drama Korupsi Kuota Haji 2024! KPK Sebut Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Oknum Kemenag, Travel di Jatim Disisir
Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023-2024, KPK Tunggu Audit BPK, Potensi Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
Jejak Korupsi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Tasikmalaya, Tiga Distributor Resmi Jadi Tersangka
Kerugian Negara Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Tasikmalaya Bisa Lebih dari Rp16 Miliar
Kejari Kabupaten Tasikmalaya Dalami Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi, Periksa Tiga Tersangka di Lapas IIB
KPK Bongkar Modus Travel Ilegal di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024, Uang Dikembalikan Hampir Rp100 Miliar
Jembatan Shiratal Mustaqim Tayang perdana di Bioskop Tasik XXI Plaza Asia, Sentil Dosa Korupsi Lewat Teror Akhirat
Kejari Tasikmalaya Periksa Ulang Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi di Lapas
Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Kian Panas, KPK Dalami Aliran Uang, Distribusi Kuota, hingga Fasilitas Jemaah