“Pemerintah harus memastikan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan tidak ada masyarakat yang terhambat mendapatkan haknya hanya karena kendala administrasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arip menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berupaya mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Pemprov Jabar baru-baru ini telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk membayar tunggakan BPJS masyarakat,” ujarnya.
Meskipun masalah tersebut bukan termasuk dalam kewenangan Komisi IV DPRD Jabar, tempat Arip bertugas, pihaknya mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan pendataan ulang penerima manfaat BPJS yang selama ini ditanggung oleh pemerintah, agar bantuan lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah serupa di kemudian hari.
“Kita dorong ada regulasi pendataan kembali penerima manfaat BPJS agar lebih akurat. Ini penting supaya anggaran yang dikeluarkan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Arip.***
Artikel Terkait
H. Arip Rachman Tekankan Keadilan Harus Bisa Diakses oleh Warga Miskin Kabupaten Tasikmalaya Tanpa Terkendala Biaya
Anggota DPRD Jabar H. Arip Rachman Sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Kesejahteraan Lansia di Kabupaten Tasikmalaya
Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Soroti Pengawasan Hak Pekerja, Ajak Keluarga Terlibat dalam Perlindungan Pekerja!
Anggota DPRD Jabar H. Arip Rachman Sosialisasikan Perda Perlindungan Tenaga Kerja di Kabupaten Tasikmalaya
Arip Rachman Dorong Perusahaan dan Pekerja Non-Upah Ikut BPJS, Perda Ketenagakerjaan Jabar Disosialisasikan!
Sosialisasi Perda Pendidikan, Arip Rachman Tegaskan Pentingnya Peran Masyarakat Demi Masa Depan Anak Jawa Barat