KLATEN, Mediapriangan.com - Dugaan penerimaan uang Rp2,08 miliar oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjadi bagian dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Dalam penyelidikan tersebut, KPK menduga uang yang diterima Hamenang berasal dari setoran rutin sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), instansi pemerintah kabupaten, serta potongan upah pungut. Nilai setoran dari empat badan usaha dan layanan daerah itu diperkirakan mencapai Rp90 juta hingga Rp100 juta setiap bulan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyampaikan dugaan penerimaan tersebut saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 16 Oktober 2026 malam.
“Sejak menjabat sebagai bupati Klaten, HWI (Hamenang) diduga mendapat setoran rutin dengan jumlah sekurang-kurangnya Rp1,8 miliar sejak yang bersangkutan menjabat dari 2025 sampai dengan saat ini,” ujar Achmad Taufik Husein.
Empat instansi diduga menyetor uang setiap bulan
KPK mengidentifikasi empat badan usaha dan layanan daerah yang diduga memberikan setoran rutin kepada Hamenang. Besaran uang yang disetorkan masing-masing instansi berbeda.
Perumda Air Minum Tirta Merapi Klaten diduga memberikan Rp30 juta setiap bulan. Sementara itu, PT Aneka Usaha (Perseroda) disebut menyetorkan uang berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Dugaan setoran juga berasal dari PT BPR Bank Klaten (Perseroda) sebesar Rp30 juta per bulan. Adapun RSUD Bagus Waras Klaten diduga memberikan Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan.
Jika dijumlahkan, setoran dari empat instansi tersebut mencapai Rp90 juta sampai Rp100 juta per bulan. KPK menduga aliran uang itu berlangsung secara rutin selama Hamenang menjabat sebagai Bupati Klaten.
Dugaan setoran rutin BUMD tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengungkap sumber dan mekanisme penerimaan uang oleh kepala daerah.
KPK telusuri potongan upah pungut Rp280 juta
Artikel Terkait
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka KPK! OTT Dugaan Suap Proyek, Uang Ratusan Juta Disita
KPK Ungkap Dugaan Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan, Bupati Pemalang Terjaring OTT Bersama 20 Orang Lain
OTT Rektor Unsoed Buka Kotak Pandora Jalur Mandiri, KPK Beranikah Bongkar Kampus Lain?
KPK OTT BNPB, 14 Orang Termasuk Rustian Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita
BNPB Buka Akses Data untuk KPK Usai OTT Rustian, Inspektorat Telusuri Dokumen Internal
OTT BNPB Seret 5 Tersangka, KPK Buka Peluang Periksa Suharyanto, Kepala BNPB yang Kini Jadi Perhatian Publik
KPK Ungkap 2 Klaster OTT BNPB, Dana Siap Pakai Bencana Diduga Diselewengkan Sejak 2022
Usai 14 Jam Diperiksa KPK, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf, 20 Orang Diamankan dan Rp1 Miliar Disita
OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Juru Bicara KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Ungkap 5 Klaster Dugaan Korupsi
Gentong Biru Berisi Uang Rp1,9 Miliar Disita KPK dalam OTT Bupati Klaten, Ini Dugaan Kasus yang Diusut
OTT Bupati Klaten, Tong Biru Berisi Rp934 Juta Terungkap, KPK Sita Uang Rp1,2 Miliar dan Tetapkan Tiga Tersangka