“Sudah melakukan pemanggilan. Pemanggilan pertama pada tanggal 4 Mei 2026, kita lakukan pemanggilan untuk pelaku tidak kooperatif dan tidak hadir di Polresta Pati,” jelas Iswantoro pada Rabu, 6 Mei 2026.
Iswantoro juga menambahkan bahwa kepolisian telah menyiapkan rencana jemput paksa sebagai prosedur tetap jika pelaku terus menghindar.
“Upaya selanjutnya, Polresta Pati melakukan pemanggilan yang kedua, rencana kita agendakan tanggal 7 Mei 2026,” tambahnya. “Kalau memang pada 7 Mei 2026 pemanggilan pelaku tetap tidak kooperatif, kita lakukan upaya paksa, penjemputan kepada pelaku.”
Kasus pencabulan santriwati di Pati ini menggegerkan publik setelah adanya laporan dari sejumlah santri di bawah umur.
Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, Ali Yusron, jumlah santriwati yang menjadi sasaran aksi bejat ini diduga mencapai puluhan orang dengan modus ancaman dikeluarkan dari pesantren.
“Korban yang mengadu itu ada delapan orang. Sebetulnya dari keterangan saksi, korban lebih dari 30 sampai 50 santriwati di bawah umur, kelas 1 kelas 2 SMP,” tutur Ali Yusron.
Lebih lanjut, Ali memaparkan modus operandi yang dilakukan oleh pengasuh pondok tersebut.
“Kronologi awalnya itu pengasuh ponpes ini menghubungi santriwati pada jam 12 malam untuk menemani tidur. Korban menolak, tetapi diancam kalau tidak mau, saya ganti, saya keluarkan,” pungkasnya.
Kini, setelah berhasil diamankan dari tempat persembunyiannya di Wonogiri, pelaku langsung dibawa menuju Mapolresta Pati guna menjalani pemeriksaan mendalam atas dugaan kasus pencabulan santriwati di Pati yang menjeratnya.***
Artikel Terkait
Polisi Buka Posko Pengaduan untuk Korban Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Tim Khusus Dibentuk!
POGI Turun Tangan! Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut yang Viral Ternyata Kasus Lama
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Saat USG, Dokter Kandungan di Garut Ditangkap Polisi, Korban Tercatat 2 Orang
Klinik Akui Pernah Terima Keluhan Pasien, Dokter Kandungan Garut Terduga Pelecehan Seksual Sudah Tak Praktik Lagi
Fakta Baru Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Kejadian Bukan di 2025, Kini Sudah Dilarang Praktik
Korban Pelecehan Seksual Dokter Iril Capai Ratusan, Sasar Ibu Hamil Trimester 2 dan 3 dengan Modus Pemeriksaan Kandungan
Tak Terima Kekasih Dilecehkan, Hokky Caraka Somasi 5 Netizen, Ini Bukan Soal Kritik, Tapi Pelecehan Seksual!
Dugaan Pelecehan Seksual Seret Mohan Hazian, Thanksinsomnia Ambil Sikap usai Ramai di Platform X
Kasus Pelecehan Seksual di Kampus UBL Masuk Jalur Hukum, Korban Laporkan Oknum Dosen ke Polda Metro Jaya
Klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir, Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual hingga Fitnah Terhadap Rasulullah