Penetapan anggota Polri sebagai tersangka juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang pernah mengalami dugaan tindakan serupa.
Namun, KPK belum menyampaikan kesimpulan mengenai hal tersebut. Penyidik masih memusatkan pemeriksaan terhadap perkara yang sedang ditangani.
"Ini masih tahap awal. Jadi, penyidik masih fokus terkait dengan perkara ini," beber Budi.
"Nanti penyidik tentu akan mendalami apakah ada praktik-praktik serupa yang dilakukan," imbuhnya.
KPK masih memiliki ruang untuk mengembangkan penyidikan berdasarkan temuan yang diperoleh selama proses pemeriksaan. Karena itu, informasi mengenai pihak lain maupun kemungkinan perkara serupa masih menunggu hasil pendalaman penyidik.
Dengan posisi perkara yang berkembang, Anom Widiyantoro kini berada dalam pusaran kasus yang memiliki dua arah dugaan pemerasan.
Di satu sisi, ia diduga terkait dugaan pemerasan terhadap pihak lain. Di sisi lain, ia disebut menjadi pihak yang diduga menjadi korban pemerasan.
Baca Juga: Mahfud MD Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Begini Respons Resmi Lembaga Antirasuah
Empat Orang Telah Ditetapkan sebagai Tersangka
Dalam perkara tersebut, KPK sejauh ini telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan.
Mereka adalah Anom Widiyantoro, orang kepercayaannya Mohamad Haris, anggota Polri yang bertugas sebagai staf administrasi KPK Setya Budi Dias Oktavianto, serta Lilik Budi Suprianto yang merupakan ayah Dias dan berstatus pihak swasta.
Rangkaian perkara ini membuat nama Anom Widiyantoro menjadi perhatian karena dugaan tindak pidana yang ditangani KPK tidak hanya berpusat pada satu dugaan pemerasan.
KPK menguraikan adanya dugaan pemerasan yang berkaitan dengan posisi Anom sebagai kepala daerah serta dugaan pemerasan lain yang berkaitan dengan pengurusan perkara.
Dalam konteks tersebut, perkara pemerasan Bupati Pemalang menjadi salah satu kasus yang masih berkembang. KPK juga masih mendalami konstruksi perkara berdasarkan keterangan para pihak dan bukti yang telah diperoleh.
Artikel Terkait
Dugaan IUP OP Tumpang Pitu Banyuwangi Disorot, Azwar Anas Disebut Terkait, Pegiat Minta KPK Telusuri Aktor
KPK Bongkar Skenario Fadia Arafiq Mobilisasi Pekerja Outsourcing di Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024
Babak Baru Skandal Suap DJKA, KPK Bidik Klaster Kepala Balai Kemenhub Terkait Aliran Gratifikasi Proyek Kereta Api
OTT KPK di Imigrasi Jakarta Barat, Dugaan Korupsi Pengurusan KITAP-KITAS WNA Seret Belasan Orang
Fakta Temuan Platina 55 Kg di Mobil Bupati Langkat, KPK Taksir Nilainya Capai Rp40 Miliar
Menhut Raja Juli Lapor Dugaan Amplop Bupati Kuansing ke KPK, Statusnya Masih Diverifikasi